Gubernur Sampaikan Keberhasilan Pemprov Lampung Turunkan Angka Stunting di Depan Tim Spesifik Komisi IX DPR RI

Dok
Dok

DIARY.CO.ID, BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyampaikan strategi dan keberhasilan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menurunkan angka stunting, saat menerima kunjungan kerja Tim Spesifik Komisi IX DPR RI dalam rangka pengawasan stunting di Provinsi Lampung di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (26/11/2020).

Menurut Gubernur Arinal, Pemerintah Provinsi Lampung sangat fokus menurunkan angka stunting sesuai dengan visi kami Rakyat Lampung Berjaya termasuk penanganan kesehatan.

Arinal mengatakan angka stunting di Provinsi Lampung sendiri telah terjadi penurunan, hal ini terlihat dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018.

Ia menjelaskan pada Riskesdas Tahun 2018, prevalensi stunting Provinsi Lampung 27,3 persen atau terjadi penurunan 15,3 persen bila dibandingkan prevalensi tahun 2013 sebesar 42,6 persen.

“Sejak tahun 2018 hingga saat ini, Provinsi Lampung telah melaksanakan pecegahan stunting yang dilaksanakan melalui intervensi spesifik maupun intervensi sensitif,” katanya.

Arinal menyebutkan pada tahun 2018, intervensi stunting diprioritaskan di 3 Kabupaten yaitu Lampung Selatan, Lampung Tengah dan Lampung Timur.

Kemudian, di tahun 2019 diprioritaskan di Kabupaten Tanggamus dan untuk di tahun 2020 diprioritaskan di Kabupaten Lampung Utara dan Pesawaran.

“Sedangkan tahun 2021 diprioritaskan di Kabupaten Tulang Bawang, Way Kanan, Pringsewu dan Kota Bandar Lampung,” ujarnya.

Gubernur Lampung sendiri juga telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor G.295/VI.01/HK/2020 Tahun 2019 tentang Pembentukan Tim Panelis Penilaian Review Kinerja Kabupaten/Kota Dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi Stunting Provinsi Lampung Tahun 2020.

Baca Juga :  Wagub Buka Operasi Pasar Bersubsidi Ketiga di Tubaba

Kemudian Keputusan Gubernur Lampung Nomor 6/314/VI.01/HK/2020 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Rencana Aksi Daerah Pangan Dan Gizi (RAD-PG) Provinsi Lampung Tahun 2020-2024.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan berbagai upaya dan langkah-langkah untuk penanganan stunting di Provinsi Lampung.

Langkah tersebut di antaranya melakukan pertemuan FGD stunting bersama Bappeda Provinsi Lampung dan seluruh tim penilai aksi konvergensi stunting.

Kemudian, pertemuan FGD stunting bersama Dinas PMD Provinsi Lampung, tenaga ahli pendamping Desa, Kabupaten/Kota dan penanggungjawab program gizi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

“Kami juga telah melakukan rapat aksi konvergensi stunting bersama tim Dinas Kesehatan dan Dinas PPPA se- Provinsi Lampung,” ujar Reihana.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*