Pembagian Zaman Prasejarah Berdasarkan Arkeologi : Zaman Batu, Zaman Logam

DIARY.CO.ID – Zaman Praaksara atau disebut juga Zaman Prasejarah yaitu suatu masa sebelum manusia mengenal tulisan. Zaman praaksara disebut juga dengan Zaman Nirleka (nir artinya tidak ada, dan leka artinya tulisan) yaitu masa tidak ada tulisan. Sebelumnya kita telah mengulas materi tentang zaman prasejarah berdasarkan geologi secara singkat agar mudah dipahami oleh selurung pengunjung media diary.co.id sehingga kali ini waktunya kita membahas mengenai pembagian zaman prasejarah berdasarkan arkeologinya dan dikemas dengan sederhana dan mudah dipahami.
Pembagian Zaman Prasejarah Berdasarkan Arkeologi
A. Zaman Batu
1. Zaman Paleotikum (Zaman Batu Tua) (Masa Berburu dan Meramu Tingkat Awal)
Zaman Paleotikum berlangsung selama ±50.000 – 10.000 SM. Ciri-cirinya:
a. Hidup berkelompok kecil dan erat, belum ada kepala suku
b. Hidup dengan berpindah-pindah tempat (nomaden)
c. Memenuhi kebutuhan dengan mengandalkan alam sekitar dengan cara mengumpulkan makanan (food gathering)
d. Mengenal pembagian kerja, laki-laki bertugas berburu dan perempuan bertugas mengumpulkan makanan dll
e. Bahasa yang digunakan adalah bahasa isyarat
f. Hasil peninggalan budaya:
– Kebudayaan Pacitan: [Plestosen tengah] Kapak genggam paleotikum/kapak perimbas(chooper),kapak batu (pebble), kapak penetak (chooping tool), sedangkan [Plestosen akhir] alat alat dari batu/alat serpih (flakes)
– Kebudayaan Ngandong: [Plestosen akhir] alat-alat dari tulang (bone culture) berupa alat penusuk seperti: belati.
g. Manusia Pendukung:
– Pithecanthropus erectrus -Homo wajakensis -Homo soloensis
2. Zaman Mesolitikum (Zaman Batu Tengah) (Masa Berburu dan Meramu Tingkat Lanjut)
Zaman Mesolitikum berlangsung selama ±10.000 – 20.000 SM. Ciri-cinya:
a. Hidup dengan semisedenter, yaitu kadang menetap di gua-gua alam (abris sous roche) dan berpindah lagi mencari gua lainnya. Selain berburu hewan darat, juga berburu hewan laut, seperti: kerang, yang kemudian kulit kerang dibuang menjadi sampah bukit kerang setinggi 7m (kjokkenmoddinger) atau sampah dapur
b. Sudah mulai bercocok tanam secara sederhana
c. Pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan sudah mulai berkembang dan kompleks
d. Hasil peninggalan budaya:Alat yang digunakan sudah mulai halus.
Kebudayaan Bacson Hoabihn, yaitu berburu hewan terutama hewan laut, alat-alat yang digunakan seperti: Kapak genggam/kapak sumatra (pebble), kapak dari tulang dan tanduk (bone culture), flakes, alat-alat dari batu untuk penggiling, (batu pipisan), kapak penetak, alat panah, kapak pendek (hache courte), alu, lesung, gerabah
e. Sudah mengenal ilmu sihir, dengan pemakain cat merah dari tanah merah
f. Sudah mengenal kesenian, ditemukan lukisan di kapak berupa garis sejajar dan lukisan mata serta lukisan di dinding-dinding gua Leang-Leang (Sulawesi Selatan) lukisan yang mirip babi hutan dan cap tangan berwarna merah
g. Manusia pendukung:
termasuk Homo Sapiens: -Ras Papua Melanosoid -Atca -Aborigin -Sakai -Semang -Ras Mongoloid –Ras Austromelanosoid
3. Zaman Neolitikum (zaman Batu Baru) (Masa Bercocok Tanam)
Zaman Neolitikum berlangsung sekitar ±1500 SM. Ciri-cirinya:
a. Sudah mulai hidup menetap (sedenter)
b. Mampu mengolah makanan sendiri (food producing) dengan bercocok tanam dan berternak
c. Telah mengenal pakaian dari kulit kayu dan ditemukannya tembikar (terbuat dari tanah liat)
d. Pembagian kerja sudah lebih jelas
e. Telah mengenal pemilihan pemimpin dengan prinsip primus interpares
f. Telah mengenal sistem barter
g. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu Polenisia atau bahasa Melayu Austronesia
h. Hasil peninggalan budaya: Alat selain halus juga memperhatikan sisi keindahan. Seperti: kapak lonjong besar/walsen beil dan kapal lonjong kecil/klein beil (ditemukan di bagian barat: Malaka, Sumatera, Jawa, Kalimantan), kapak persegi/beliung persegi (ditemukan di bagian timur: Irian,Maluku, Sulawesi Utara), tembikar
i. Manusia Pendukung: Proto Melayu (Melayu Tua), seperti: suku Dayak, Toraja, Sasak, dan Nias
4. Zaman Megalitikum (Zaman Batu Besar)
[the_ad id=”4719″]

Pada Zaman Megalitikum manusia telah mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme. Zaman yang merupakan lanjutan dari Zaman Neolitikum dan baru berkembang pada Zaman Logam. Hasil kebudayaanya, antara lain:
a. Sarkofogus, peti batu
b. Menhir, tugu batu untuk memuja arwah nenek moyang
c. Punden Berundan, batu yang disusun bertingkat-tingkat untuk tempat pemujaan roh nenek moyang
d. Dolmen, meja yang digunakan untuk meletakkan sesaji
e. Waruga, Kubur batu yang berbentuk kubus atau bulat
B. Zaman Logam
1. Zaman Logam (Masa Perundagian)
Zaman Logam berlangsung sekitar ±500 SM. Zaman Logam terbagi menjadi tiga: Zaman Tembaga, Zaman Perunggu, dan Zaman Besi. Ciri-cirinya:
a. Hidup sudah menetap
b. Telah mengenal sistem perundagian, yaitu pembagian kerja sesuai dengan keahlian masing-masing
c. Pola kependudukan berkembang pesat, seperti: pertumbuhan penduduk, pola pemukiman, dan aturan/norma yang berlaku
d. Bidang pertanian sebagai mata pencharian tetap
e. Perdagangan berkembang pesat, pembuatan perahu bercadik mendorong pelayaran hingga antarnegara
f. Berkembangnya berbagai kesenian, seperti: seni ukir, membatik, memahat,gamelan, wayang dll
g. Adanya sistem kepercayaan animisme dan dinamisme serta tempat tempat tertentu yang dianggap memiliki kekuatan magis
h. Manusia Pendukung: Deutro Melayu (Melayu Muda), seperti: Melayu, Jawa, Sunda Bugis, Minang dll
i. Pada Zaman Logam teknik pembuatan logam dilakukan dnegan dua cara:
– Teknik a Cire Perdue, yaitu teknik membuat bentuk benda dengan cara menggunakan lilin
– TeknikBilvalve (teknik setangkup), yaitu teknik yang dilakukan dengan cara menangkupkan dua cetakan, cetakan tersebut juga dapat digunakan secara berulang-ulang
Zaman Logam berkaitan erat dengan Kebudayaan Dongson. Beberapa penemuan hasil kebudayaannya, antara lain:
a. Kapak Perunggu, ada dua golongan yaitu: Candrasa yang biasa digunakan untuk upacara keagamaan dan Kapak corong
b. Nakara, digunakan untuk alat upacara yang ditabuh untuk memanggil roh nenek moyang
c. Moko, yaitu nekara yang berukuran kecil, digunakan untuk pusaka atau mas kawin
d. Bejana Perunggu, di Indonesia hanya ditemukan di tepi Danau Kerinci (Sumatera) dan Sampang (Madura)
e. Patung Perunggu
f. Perhiasan Perunggu
