Lampung Pimpin KDKMP Luar Jawa: Hilirisasi Komoditas Lokal Jadi Jaminan Kekayaan Tak Lari ke Kota

BANDAR LAMPUNG (DIARY MEDIA) –  Posisi Lampung sebagai pelopor pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di luar Jawa bukan sekadar prestasi administratif, melainkan fondasi revolusi ekonomi pedesaan. Gubernur Mirza menegaskan, keunggulan ini harus disertai kerja nyata mengolah kekayaan sendiri.

Potensi alam Lampung seperti singkong, padi, jagung dinilai sangat besar, namun kesejahteraan desa belum sebanding. Penyebabnya: belum adanya sistem hilirisasi yang kuat dan aliran ekonomi yang bocor ke wilayah perkotaan.

Lewat sinergi Desaku Maju dan dukungan utuh Forkopimda, Pemprov memetakan arah jelas antara lain: Ubah bahan mentah jadi produk bernilai jual tinggi di desa; Lengkapi infrastruktur pengolahan dan pendukung di lokasi; Perkuat peran kepala desa sebagai pengelola kekayaan wilayah.

Menteri Desa Yandri Susanto mengonfirmasi kesiapan sarana nasional serta strategi menghubungkan KDKMP dengan program Desa Ekspor, Desa Wisata, dan BUMDes. Tujuannya tunggal: agar setiap komoditas yang tumbuh di desa, memberikan hasil maksimal bagi yang menanamnya.

“Kekayaan desa harus dinikmati warga desa. Jangan lagi kita rajin bekerja, tapi yang makmur kota,” ujar Mirza.

Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan memperjelas dampak nyata keberadaan KDKMP: “Kita tidak hanya bicara soal harga atau angka produksi, tapi mengubah desa menjadi pusat ekonomi yang mandiri dan lengkap. Di kampung binaan, kami bangun fasilitas pendukung mulai dari sarana kesehatan hingga perdagangan. Lebih penting lagi, rantai distribusi diperbaiki: bantuan dan dana desa kini tercatat jelas, disalurkan tepat ke warga yang berhak, tidak menyentuh pejabat, sehingga setiap rupiah benar-benar membangun dan menyejahterakan desa itu sendiri,” jelasnya. (Red)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *