
DIARY – Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengajak jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Timur memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya percepatan penurunan angka kemiskinan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penguatan kerukunan umat beragama.
Ajakan tersebut disampaikan Ela saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan koordinasi bersama jajaran Kemenag Lampung Timur di aula kantor setempat, Jumat (23/10/2026), dalam rangkaian momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ela juga menginstruksikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama jajaran asisten untuk membentuk kelompok kerja (Pokja) khusus yang melibatkan Pemkab Lampung Timur dan Kemenag. Tim tersebut diharapkan mampu merancang program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Bupati Ela mengatakan, Kemenag memiliki sumber daya manusia yang besar dan jaringan pelayanan hingga tingkat kecamatan melalui Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, penyuluh agama, serta lembaga pendidikan keagamaan. Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui kolaborasi nyata bersama pemerintah daerah.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kemenag tidak boleh sekadar menempel atau formalitas saja, tetapi harus betul-betul terimplementasi secara nyata di tengah masyarakat,” ujar Ela. Didampingi Kabag Kesra Yemi Hastarita.
Dia menjelaskan, Pemkab Lampung Timur terus berupaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutannya, angka kemiskinan di Lampung Timur mengalami penurunan dari 12,4 persen menjadi sekitar 11,12 persen.
Meski demikian, menurut dia, tantangan pembangunan di sejumlah desa masih membutuhkan kerja bersama dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk jajaran Kemenag serta tokoh agama.
Ela berharap sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan moderasi beragama, peningkatan toleransi, pemberdayaan ekonomi pesantren dan masyarakat, serta pendampingan kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, jajaran Kemenag diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah, termasuk mendukung berbagai program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan bersama.
“Melalui sinergi ini, saya berharap kita dapat menyatukan program antara pemerintah daerah dan Kemenag, sehingga pelaksanaannya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Lampung Timur, Rokhman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Ela beserta jajaran pemerintah daerah dalam kegiatan silaturahmi tersebut.
Menurut Rokhman, pertemuan itu menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan menyelaraskan program Kemenag dengan kebijakan pembangunan Pemkab Lampung Timur.
Dia memaparkan, Kemenag Lampung Timur memiliki 820 ASN, terdiri atas 466 PNS dan 354 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Mereka bertugas di berbagai satuan kerja, mulai dari kantor Kemenag, KUA, madrasah, hingga unit pelayanan keagamaan lainnya.
Kemenag Lampung Timur juga membawahi 24 KUA dan memiliki delapan madrasah negeri. Selain itu, terdapat 873 lembaga pendidikan keagamaan yang mencakup jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta.
Rokhman menegaskan, keberadaan lembaga pendidikan, penyuluh agama, dan pesantren merupakan potensi penting untuk mendukung pembangunan masyarakat, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi.
Dia menyebutkan, terdapat 217 pesantren yang terdata di Lampung Timur. Karena itu, penguatan legalitas dan izin operasional pesantren menjadi salah satu hal yang perlu terus didorong agar lembaga tersebut dapat berkolaborasi lebih luas dengan pemerintah daerah.
“Kami berharap ke depan ada kolaborasi yang semakin kuat dengan pemerintah daerah, sehingga pesantren bisa lebih mandiri, memberikan kontribusi bagi masyarakat, serta berdampak terhadap perekonomian dan kerukunan umat,” ujar Rokhman.
Dia juga menekankan pentingnya membangun pesantren yang menghadirkan suasana sejuk, toleran, dan menjunjung nilai-nilai rahmatan lil alamin.
Dalam bidang pendidikan, Rokhman turut menyampaikan capaian madrasah di Lampung Timur yang berhasil meraih juara umum Olimpiade Madrasah Indonesia. Menurut dia, prestasi tersebut menunjukkan bahwa penguatan ilmu pengetahuan dan pendidikan keagamaan dapat berjalan beriringan.
Melalui pertemuan tersebut, Pemkab Lampung Timur dan Kemenag diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam merancang program lintas sektor, sehingga potensi sumber daya manusia, pesantren, madrasah, dan penyuluh agama dapat berkontribusi secara nyata bagi pembangunan daerah.
“Momentum Hari Santri Nasional 2026 pun diharapkan menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun masyarakat Lampung Timur yang religius, toleran, mandiri, dan sejahtera,” harapnya.
