Diary

Memuat

Tag PTSL

31/12/ 2019
Jawaban Basyid Terkait Dugaan Pungli PTSL di Gunung Tiga

DIARY.CO.ID – Terkait adanya dugaan pungli dalam program PTSL yang dijalankan di desa Gunung Tiga Batanghari Nuban, Lampung Timur, Abdul Baasyit selaku ketua panitia program PTSL membantah hal tersebut. Baasyit beralasan, jika biaya – biaya yang dikeluarkan adalah atas dasar kesepakatan bersama warga. “Itu kan kesepakatan bersama warga. Saat itu kan tim ukur sampai menginap 2 – 3 hari disini. Jadi mereka kan juga perlu diberi makan minum dan sebagainya. Saya mana ada biaya, masak saya harus jual rumah saya untuk itu ? Lagian kan mereka sudah membantu kita, wajarlah masyarakat membantu, itu atas dasar kemauan masyarakat sendiri lho” Ujar Abdul Baasyit saat ditemui di kediamannya di desa Gunung Tiga Batanghari Nuban, Lampung Timur, Minggu (29/12). Abdul Baasyit juga mengatakan, terkait patok yang belum ada itu nanti akan diberikan saat sertifikat program PTSL akan diberikan. Dia juga membantah jika pemilik lahan tidak disertakan saat pengukuran. “Enggak benar itu, pengukuran warga kami sertakan juga kok, masalah patok lahan, nanti akan kita berikan jika kemudian sertifikat PTSL sudah akan diterbitkan” Terang Basyit. Abdul Basyit mengakui, jika dirinya sudah dipanggil berulang kali terkait masalah ini oleh Inspektorat Lampung Timur. Namun menurutnya, semua baik – baik saja setelah beliau menjelaskannya pada pihak Inspektorat Lampung Timur. “Mungkin mereka (Inspektorat) yang bosen liat…

Read more
30/12/ 2019
Masyarakat Gunung Tiga Diduga Jadi Korban Pungli PTSL

DIARY.CO.ID – Masyarakat desa Gunung Tiga kecamatan Batanghari Nuban, Lampung Timur diduga menjadi korban praktek pungli pada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di desa tersebut. Menurut data tertulis yang diterima dari perwakilan warga oleh media, sejumlah warga membuat pernyataan terkait adanya tarikan biaya sebesar Rp. 600 ribu hingga 1, 6 juta oleh panitia program PTSL untuk mendapatkan sertifikat tanah tersebut. “Jadi surat ini adalah copy dari surat yang kami laporkan ke Inspektorat Lampung Timur, Kejati Lampung timur, BPN dan Polda Lampung berdasarkan kenyataan di lapangan dan pengakuan warga” Ujar salah satu perwakilan warga desa Gunung Tiga Batanghari Nuban, Sahrul Bahri. Sementara seorang Tokoh masyarakat mewakili warga lainnya yang juga turut menjadi peserta program PTSL didesa tersebut bernama Ikhwan Sakbini mengatakan, dalam proses pengukuran lahan dia mengaku tidak pernah dihubungi tim panitia manapun. “Saya tidak pernah diajak untuk melakukan pengukuran lahan saya sendiri. Bahkan patok pun tidak ada. Pengukurannya tidak dilakukan bersama kami pemilik hak, padahal sudah 90% dari 300 pemilik tanah yang membayar lunas, Beberapa keluarga terkejut karena akibat pengukuran tanah ada yang kelebihan ada juga yang menjadi berkurang, dan ada juga perbatasan tanahnya salah masarakat menjadi resah dan bingung” Terang Ikhwan. Ikhwan sendiri kemudian memutuskan untuk sementara menolak jika sertifikat lahannya tersebut telah terbit. Sebab…

Read more