Dari Pos Perbatasan Sota ke Dermaga Panjang: 450 Prajurit Yonif 143/TWEJ Selesaikan Misi Pengamanan Merauke

Bagikan Berita ini

BANDAR LAMPUNG – Satu tahun lalu, mereka berangkat menuju ujung paling selatan Indonesia. Hari ini, Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya kembali pulang. Sebanyak 450 personel tiba di Dermaga B Pelindo II Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, Selasa (03/11/2026), usai menyelesaikan misi pengamanan perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini di sektor Merauke, Tahun Anggaran 2025–2026.

365 Hari Menjaga Garis Terdepan Negeri

Selama satu tahun penuh, satuan ini bertugas di wilayah perbatasan yang membentang dari Kota Merauke hingga Pos Lintas Batas Sota. Tugasnya bukan sekadar berdiri di perbatasan, melainkan memastikan batas negara tetap terjaga dari berbagai potensi ancaman, mulai dari pelanggaran lintas batas, penyelundupan barang, perdagangan manusia, hingga peredaran narkoba.

“Kami menjalankan tugas pengamanan statis. Fokus kami adalah kehadiran di wilayah perbatasan, membangun hubungan baik dengan masyarakat setempat, serta memantau pergerakan di sepanjang garis batas,” jelas Danyonif 143/TWEJ, Letkol Inf Setiawan Margo Utomo.

Kehadiran yang Membuat Warga Merasa Aman

Berbeda dengan satuan yang bertugas di daerah konflik, pendekatan Yonif 143/TWEJ di Merauke lebih banyak bersifat teritorial. Kehadiran mereka dirasakan langsung oleh masyarakat — membantu warga, mendampingi kehidupan sehari-hari di perbatasan, dan memastikan tidak ada celah yang terlewat dalam pengawasan batas negara.

Pulang Lengkap, Itu Prestasi Utama

Danrem 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han. menegaskan bahwa keberhasilan paling nyata dari penugasan ini adalah seluruh personel kembali dalam keadaan sehat dan utuh. “Semua 450 orang yang berangkat, kini kembali lengkap ke rumah masing-masing. Itu yang paling penting,” ucapnya.

Setelah masa penugasan usai, para prajurit akan beristirahat, menjalani pemeriksaan kesehatan dan evaluasi kinerja, serta menata kembali kondisi fisik dan kedisiplinan di markas induk di Natar, Lampung Selatan. (*)

 

 

 

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *