Stabilitas dan Kinerja Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Jakarta, 7 Juli 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas seluruh sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga kuat hingga akhir Juni 2026. Kondisi ini dicapai di tengah tantangan ketegangan geopolitik, tekanan inflasi, perlambatan ekonomi dunia, serta prospek suku bunga tinggi yang berlangsung lama.

Pasar Modal, Derivatif dan Bursa Karbon

Pasar saham berada dalam fase konsolidasi dengan IHSG ditutup di level 5.643,19 atau terkoreksi 7,90% bulanan akibat penyesuaian portofolio investor asing yang membukukan net sell Rp19,63 triliun. Sebaliknya, pasar obligasi tetap diminati dengan pembelian bersih asing pada Surat Berharga Negara mencapai Rp22,43 triliun.

Jumlah investor terus tumbuh 42,22% secara tahunan menjadi 28,96 juta orang. Penggalangan dana korporasi melalui pasar modal mencapai Rp112,67 triliun, sedangkan pengumpulan dana melalui Securities Crowdfunding tembus Rp1,98 triliun. Nilai kelola aset industri investasi tercatat Rp1.011,81 triliun. Bursa Karbon mencatat transaksi akumulasi sebesar 1,98 juta ton CO₂ senilai Rp93,81 miliar.

Sektor Perbankan

Kinerja intermediasi terus membaik. Kredit tumbuh 11,51% tahunan menjadi Rp8.918 triliun, dipimpin oleh pertumbuhan Kredit Investasi sebesar 21,95%. Dana Pihak Ketiga juga meningkat 13,47% menjadi Rp10.294 triliun.

Kondisi kesehatan tetap terjaga: rasio kredit bermasalah kotor (NPL) 2,17%, rasio kecukupan modal (CAR) 23,74%, dan likuiditas berada jauh di atas batas aman. OJK juga meminta pemblokiran lebih dari 36.000 rekening terindikasi aktivitas perjudian daring serta mencabut izin usaha satu BPR di Jawa Tengah.

Asuransi, Penjaminan dan Dana Pensiun

Aset industri asuransi mencapai Rp1.197 triliun dengan tingkat kesehatan di atas batas minimum aman. Aset dana pensiun tumbuh 7,71% menjadi Rp1.693 triliun. OJK telah mengesahkan pendirian DPLK baru guna memperluas akses program pensiun, serta memantau pemenuhan modal minimum bagi seluruh perusahaan asuransi dan penjaminan.

Pembiayaan, Modal Ventura dan Pergadaian

Piutang pembiayaan tumbuh 1,71% menjadi Rp513,19 triliun dengan risiko tetap terkendali. Pinjaman daring meningkat 25,60% menjadi Rp103,73 triliun dan tingkat gagal bayar terjaga di 4,42%. Penyaluran pergadaian melonjak 57,97% menjadi Rp163,27 triliun, dengan dua perusahaan kini berizin beroperasi secara nasional.

Teknologi Keuangan dan Aset Digital

Regulasi terus diperkuat. Dua model bisnis baru lulus uji coba: penerbit stablecoin Rupiah dan jasa kustodian aset digital. Ekosistem aset kripto telah diawasi oleh 32 lembaga resmi dengan jumlah pengguna mencapai 22,4 juta akun dan nilai transaksi bulanan Rp23 triliun.

Perlindungan Konsumen dan Penindakan Ilegal

Sepanjang semester I 2026, OJK menerima 45.884 pengaduan dan menyelesaikan 86,94% di tingkat internal. Satgas Pemberantasan Keuangan Ilegal telah menghentikan 1.218 entitas tidak resmi. Pusat Penanganan Penipuan Keuangan berhasil memblokir dana Rp674 miliar dan mengembalikan Rp196,9 miliar kepada korban. Program edukasi keuangan menjangkau lebih dari 10 juta peserta.

Arah Kebijakan

Ke depannya, OJK akan terus memperkuat stabilitas sistem keuangan, menyempurnakan regulasi baru, mendorong keuangan berkelanjutan, memperluas akses layanan, serta meningkatkan pengawasan guna memastikan sektor jasa keuangan tetap aman, sehat, dan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

 

 

 

 

 

 

Apakah versi ini sudah sesuai format rilis resmi yang kamu butuhkan?

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *