Miris, Pemuda di Lampung Utara Bunuh Diri, Gara-gara Tak Kuat Lantaran Dugaan Lakukan Pencurian Karet

DIARY.CO.ID – Desa Gunung labuhan kecamatan Selatan Lampung Utara Dihebohkan adanya penemuan mayat remaja yang tergantung dibekas kandang kambing dibelakang rumah pelaku bunuh diri. Pelaku bunuh diri ini diketahui turut ibunya Rojenah (56) seorang janda. Banyak yang tidak menyangka jika Remaja Yang dikenal memiliki sifat sangat ramah, periang dan mudah bergaul di lingkungannya ini mengakhiri hidupnya dengan cara ini.
Antoni (sebelah kanan yang menjadi korban bunuh diri)
Saat di hubungi Agus Gunawan kakak kandung Pelaku serta keluarga sangat terpukul atas kejadian ini dan tidak pernah menduga jika adiknya mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. Meski Dirinya saat kejadian sedang tidak ada di rumah karena memang menetap di kota Metro sangat menyayangkan kejadian ini. Agus Gunawan menceritakan sebelum kejadian ini terjadi adiknya di terpa masalah dugaan pencurian Karet milik Seseorang yang masih satu desa bernama Tarmizi yang menduga adiknya telah melakukan pencurian karet di kebun Tarmizi. “Siang itu rekan adik saya menjual karet di daerah ketapang, disaat menjual karet hasil curian itu ada salah satu orang yang melihat mereka menjual karet tersebut dilapak Karet milik Yuda. Kemudian warga yang melihat hal tersebut melaporkan hal ini kepada salah satu keluarganya Tarmizi yang malamnya telah mengalami pencurian karet di kebun miliknya. Mendengar keterangan tersebut Tarmizi pun lalu memanggil Antoni dan Kurnia guna mengintrogasi Keduanya dikediaman Tarmizi.
Baca Juga :  PMII Gelar Yasinan Bentuk Solidaritas Tewasnya Mahasiswa pada Demo di Sulawesi Tenggara
Dalam keterangan keduanya meski kedua remaja ini telah mengakui jika mereka telah melakukan pencurian karet tetapi mereka bukan mencuri di kebun Tarmizi melainkan di kebun orang lain yang diketahui bernama Tuwil. Berdasarkan pengakuan merek barang yang dicuri Berupa Karet dengan berat 32 kilogram dijual dengan harga Rp.309.000 Setelah Tarmizi puas menggali informasi lalu dirinya membawa dua remaja ini menuju kediaman Kepala desa setempat Heri Putra. Disaat itu Tarmizi memerintahkan salah satu anaknya untuk menyusul Rojenah ibu Antoni agar mengetahui persoalan pencurian tersebut. Saat itu ibu Atoni sempat mampir ke kediaman Tarmizi yang ternyata anaknya (Antoni) telah dibawa kerumah kepala desa, sehingga sang ibu yang di antarkan anak Tarmizi menuju kerumah Kades. Sesampainya dirumah kepala desa Gunung Labuhan sang ibu melihat telah banyak berkumpul sejumlah orang dalam suasana lampu yang padam dan rasa bingung sang ibu tidak mengetahui secara jelas siapa saja yang ada di lokasi (rumah Kades).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*