Dugaan Pemalsuan Ijazah di IAIMNU Metro, PH Minta JPU Berikan Tuntutan Maksimal Terdakwa RML

Tim kuasa hukum dari Kantor Lembaga Bantuan Hukum Mustika Bangsa (LBH Musba), Muhammad Subhan, S.H., M.H dan Habib Sulthon A, S.H.I., S.H., M.H

METRO, DIARY.CO.ID – Tim Penasehat Hukum (PH) dugaan pemalsuan Ijazah di Institut Agama Islam Ma’arif Nahdlatul Ulama (IAIM NU) Kota Metro meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara tersebut bisa memberikan tuntutan maksimal terhadap terdakwa Rml. M.Pd (56).

Permintaan tuntutan maksimal itu untuk memberikan pembelajaran dan efek jera kepada terdakwa yang berprofesi sebagai seorang dosen negeri di Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Kota Metro.

Kasus dugaan pemalsuan ijazah palsu yang saat ini sudah bergulir di Pengadilan Negeri Kota Metro tersebut berawal atas laporan Wakil Rektor 1 IAIM NU Kota Metro, Agus Setiawan, M.H.I di Polda Lampung pada bulan Juli 2020 lalu setelah mendapat data yang di rasa sangat valid telah terjadi dugaan tindak pidana pemalsuan Ijazah.

Menurut Tim kuasa hukum dari Kantor Lembaga Bantuan Hukum Mustika Bangsa (LBH Musba), Muhammad Subhan, S.H., M.H dan Habib Sulthon A, S.H.I., S.H., M.H, kepada diary.co.id terungkapnya dugaan pemalsuan Ijazah yang mencoreng nama IAIMNU itu berawal adanya WA dari saksi Sukatam kepada saksi Bambang Wahyudi pada tanggal 8 Juni 2020 yang berisi penawaran Ijazah Ma’arif langsung Wisuda tanpa melalui proses perkuliahan dengan menunjukan Ijazah atas nama Joko Sumarno, warga Gedung Makripat Hulu, Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara.

Membaca pesan tersebut, kemudian saksi Bambang Wahyudi melakukan konfirmasi kepada Wakil Rektor 1 IAIM, Agus Setiawan guna menanyakan kebenaran informasi dari Sukatam tersebut yang dijawab bila ijazah tersebut palsu.

Baca Juga :  SMSI Gelar Rakernas I di Hotel Marbella Anyer Banten

Hari berikutnya, Agus Setiawan mengumpulkan Kepala Biro, Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam dan Dekan Fakultas Tarbiyah dengan tujuan untuk melacak Ijazah atas nama Joko Sumarno.
Tidak hanya itu Agus Setiawan juga mengontak rekanya, Imam Sobari yang tinggal di Hulu Sungkai Lampung Utara untuk menemui Joko Sumarno menyampaikan pesan bila Ijazah yang dimilikinya palsu dan memintak yang bersangkutan menemuinya di Kampus IAIMNU Metro guna melakukan klarifikasi dan bila tidak kooperatif akan dilaporkan ke penegak hukum.

Joko Sumarno yang mengaku sangat terkejut atas informasi tersebut, setelah 1 Juli mendapat informasi Ijazahnya palsu, kemudian yg bersangkutan tanggal 8 Juli 2020 datang dan menghadap saksi pelapor Agus Setiawan dan membuat pernyataan di atas materai bila dirinya tidak mengetahui bila ijazah tersebut palsu dan menjadi korban penipuan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*