Pulih dari Pandemi, APINDO Lampung Susun Strategi Baru Dorong Ekonomi Desa & Hilirisasi

Bandar Lampung – Menutup masa bakti lima tahun yang penuh tantangan, Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung menggelar Musyawarah Provinsi ke-8 pada Senin (22/6/2026) di Hotel Emersia. Pertemuan ini menjadi momen evaluasi sekaligus penyusunan rencana kerja baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata.
Laporan Kinerja: Bertahan, Tumbuh, dan Berkontribusi
Ketua DPP APINDO Lampung, Ary Meizari Alfian, mengungkapkan bahwa kepengurusan yang dimulai tahun 2021 menghadapi ujian berat saat itu, yaitu pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19. Namun, berkat kerja sama seluruh pihak, organisasi mampu melewatinya dengan hasil yang memuaskan.
“Selama lima tahun ini, kami telah melaksanakan lebih dari 200 kegiatan, menjalin kemitraan dengan 50 lembaga strategis, dan merealisasikan sekitar 90 persen dari seluruh program kerja yang disusun. Kami ingin terus hadir sebagai mitra pemerintah yang objektif dan solutif,” ujar Ary.
Musprov kali ini mengusung tema “Dengan Semangat Indonesia Incorporated, Indonesia Kuat, Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”, sebagai landasan untuk memperkuat peran dunia usaha ke depan.
Dukungan Pemerintah: Fokus ke Desa dan Nilai Tambah
Dalam kesempatan itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan apresiasi sekaligus arahan strategis bagi pelaku usaha. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung sudah menunjukkan tren positif, namun masih perlu perbaikan pola pengembangannya.
Berdasarkan data BPS, ekonomi Lampung tumbuh 5,58 persen pada triwulan I 2026, dengan ekspor mencapai US$500,14 juta dan surplus perdagangan sebesar US$411,47 juta. Namun, Gubernur mengingatkan bahwa pertumbuhan ini masih terpusat di kota dan banyak komoditas yang hanya dijual dalam bentuk mentah.
“Kita harus mengubah arah dari trickle down menjadi ekonomi yang tumbuh dari desa ke atas. Sekitar 80 persen nilai tambah ada pada proses pengolahan. Jika kita kembangkan hilirisasi, produk lokal akan lebih menguntungkan dan membuka lapangan kerja baru,” tegasnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi, mengingat Lampung memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan dan sumber protein nasional.
“Saya berharap APINDO bisa menjadi penggerak investasi, membantu UMKM naik kelas, dan menjadikan desa sebagai pusat kekuatan ekonomi baru di Lampung,” tambahnya.
Penghargaan untuk Kontributor Ekonomi
Acara ditutup dengan penyerahan apresiasi dari Gubernur kepada pengusaha dan pihak yang dinilai paling berkontribusi dalam memajukan perekonomian daerah selama periode terakhir.
Dengan berakhirnya musyawarah ini, APINDO Lampung menargetkan dapat melahirkan program kerja yang lebih relevan dengan kebutuhan daerah, serta memperkuat kolaborasi demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (*)
