Kepala BKKBN RI: Provinsi Lampung Patut jadi Contoh Penurunan Stunting di Indonesia

Bandarlampung – Kepala BKKBN RI, Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG, Subsp.FER menjelaskan bahwa Provinsi Lampung patut menjadi contoh penurunan stunting di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan  pada awak media, usai menjadi narasumber pertemuan ilmiah tahunan Himpunan Obstetri Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI) XV 2023 dengan topik materi “Program Nasional Percepatan Penurunan Stunting”, di Ballroom Hotel Novotel, Rabu (18/10/2023).

 

Dr. Hasto mengungkapkan hbahwa provinsi Lampung memiliki pendudukan sekitar 9 juta jiwa dengan angka stunting hanya 15 persen.

“Angka Penurunan Stunting di Indonesia, khususnya di Lampung kalau secara nasional kita kan terakhir 21,6 persen dan angka itu cukup menggembirakan, karena terakhir turun 2,8 persen dalam setahun terakhir, kalau di Lampung 3,3 persen, jadi Lampung ini hebat karena bisa jadi contoh nasional karena penduduknya juga lumayan banyak 9 juta tapi angka stuntingnya 15 persen, mendekati target nasional, kita nasional masih 21 persen, kalau Lampung sih kita optimis,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, “Jadi obstetri ini sebetulnya sangat penting karena cara menurunkan stunting, kematian ibu, kematian bayi itu ya obstretri lah yang paling punya strategi, karena sebenarnya problem itu kan ada dua, ada istilahnya medical poblem dan help problem, help problem itu urusan kesehatan ditengah masyarakat, mungkin ada yang gak sadar, kesadaran tentang lingkungan rendah, pengetahuannya rendah, edukasinya, pola makannya rendah, kalau medical problem itu obatnya gak ada, obatnya belum ditemukan itu medical problem, kalau ini medical poblemnya gak ada untuk mencegah kematian ibu, kematian bayi, kemudian stunting gak ada medical problem, semua secara medis bisa diatasi, tapi yang besar adalah help problem nah obstetri lah yang mengurus itu,”

Baca Juga :  Sekdaprov Hadiri Rakor Pemberantasan Korupsi

 

“Kontribusi dan perang para obgyn dalam percepatan penurunan stunting sangat besar, tadi saya sampaikan bayi yang lahir panjangnya kurang dari 48 centi itu masih 22 persen, bayi yang lahir prematur masih diatas 25 persen ini dari riset kesehatan dasar 2018, lahir prematur masih 29 persen itu yang mencegah itu obgyn semua, mencegah supaya tidak lahir, kemudian mencegah lahirnya supaya tidak kecil, panjang badan minimal 48 centi,” jelasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*