Gubernur Arinal Minta Nurizky Permanajati Segera Menyesuaikan Diri dengan Kondisi dan Ritme Kerja di Lampung

Bandarlampung – Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi meminta kepada Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung yang baru, dr. Nurizky Permanajati, M.H agar segera menyesuaikan diri dengan kondisi dan ritme kerja di Provinsi Lampung. Hal tersebut diungkapkan usai mengukuhkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, di Mahan Agung, Jumat (14/04/2023) siang.
Gubernur menyampaikan kepada Kepala Perwakilan BKKBN yang baru “Untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh sektor pembangunan dalam mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan, melakukan koordinasi rutin di dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Lampung, meningkatkan pendampingan Program Percepatan Penurunan Stunting di wilayah Kabupaten/Kota yang mengalami peningkatan angka prevalensi stuntingnya, dan bersama Pemerintah Provinsi melakukan pengawasan dan pengawalan dalam memaksimalkan penyerapan dana BOKB,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, Program Bangga Kencana yang menjadi Tugas pokok dan fungsi BKKBN harus dipenuhi capaiannya sesuai target yang telah ditetapkan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga dan pada gilirannya akan menjadi pondasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, dengan salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah rendahnya angka prevalensi stunting.
Pelaksanaan program Percepatan Penurunan Stunting yang telah menjadi program prioritas nasional harus dapat segera diselesaikan sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan.
“Penurunan prevalensi stunting Lampung dari 18,5% pada Tahun 2021 menjadi 15,2% pada Tahun 2022 hendaknya disikapi untuk meningkatkan kinerja para pelaku pembangunan,” ucap Gubernur.
“Selain Program Percepatan Penurunan Stunting, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah menetapkan Keputusan Gubernur tentang program Desa/Kelurahan Model Ramah Perempuan dan Peduli Anak serta Konvergensi Pencegahan Stunting pada Tahun 2023 dalam mewujudkan Desa Model DRPPA sekaligus Konvergensi Pencegahan Stunting di Provinsi Lampung,” tutupnya.
Ditempat yang sama Kepala Perwakilan BKKBN, dr. Nurizky Permanajati, M.H menjelaskan pihaknya akan melakukan langkah langkah percepatan dalam rangka penurunan stunting, di kabupaten/kota yang mengalami kenaikan.
“Jadi program kita seperti arahan Bapak Gubernur target prevalensi penurunan stunting di tahun 2024 mencapai di angka 14 persen,” jelasnya. (*)
