
Lampung Selatan – Di balik aset perusahaan yang hangus terbakar, ada nasib ribuan karyawan beserta keluarga yang kini terancam. Ketidakpastian kelangsungan pekerjaan inilah yang mendorong ribuan pekerja PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) bergerak dari berbagai penjuru menuju Mapolda Lampung pada Rabu (19/8/2026), diangkut menggunakan sekitar 35 bus. Bagi mereka, aksi ini bukan sekadar soal perusahaan, melainkan soal roda kehidupan yang setiap hari berputar untuk menafkahi istri, anak, dan orang tua di rumah.
Budi Sukoco, Koordinator Lapangan aksi, menjelaskan bahwa para karyawan tidak hanya khawatir soal peristiwa pembakaran yang terjadi pada 12 Agustus lalu, tetapi juga ketidakpastian yang telah berlangsung lama. Lahan yang terus menyusut, tanaman yang dirusak, akses yang dibatasi, dan kini fasilitas operasional yang habis dilalap api, semuanya menimbulkan ketakutan mendalam di hati para pekerja. Kerugian perusahaan yang mencapai lebih dari Rp30 miliar dikhawatirkan akan berdampak langsung pada kemampuan perusahaan membayar upah, apalagi jika operasional terus terhenti.
“Kami minta jaminan hukum agar kami bisa bekerja dengan baik dan aman. Bagaimana nasib keluarga kami jika perusahaan tidak bisa beroperasi? Kami tidak minta yang lain, hanya satu: biarkan kami bekerja dengan tenang, tanpa rasa takut tempat kerja kami akan dibakar dan lahan kami terus dikurangi,” ungkap Budi mewakili suara ribuan karyawan yang hadir. Banyak dari mereka telah bekerja di perusahaan ini selama belasan tahun, menggantungkan sepenuhnya penghasilan dari sana.
Situasi semakin berat karena puluhan mess dan fasilitas tempat tinggal karyawan juga ikut terbakar dalam peristiwa 12 Agustus lalu. Sebagian karyawan kini kehilangan tempat tinggal sekaligus mata pencaharian dalam waktu yang bersamaan. “Kami tidak meminta kekayaan, kami hanya meminta kesempatan untuk bekerja dan mencari nafkah dengan jujur. Itu saja,” tambahnya dengan suara bergetar.
Selain ke Mapolda Lampung, massa juga berencana menyampaikan aspirasi yang sama di Polres Lampung Tengah dan Kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, berharap pemerintah daerah juga turut mengawal nasib ribuan warganya.
Merespons tuntutan tersebut, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun, S.I.K., M.H menegaskan bahwa pihak kepolisian sangat memahami aspirasi para pekerja dan berkomitmen menangani kasus ini secara profesional. “Kami melindungi, mengayomi, dan melayani. Selain mengamankan unjuk rasa, kita juga melayani masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Perwakilan tujuh orang telah diterima Wakapolda. Sudah diambil keterangan dari empat orang pihak perusahaan dan 16 personil Polres Lampung Tengah. Penyelidikan masih berjalan, mudah-mudahan semuanya lancar,” ujar Kabid Humas Polda Lampung.
Budi Sukoco menyambut baik pernyataan tersebut dan berharap komitmen itu segera diwujudkan dalam tindakan nyata. “Kami akan tunggu dan kami akan pantau. Kami mau bukti, bukan sekadar janji. Hukum harus ditegakkan, siapa pun pelakunya. Itu saja yang kami minta,” pungkasnya tegas. Para karyawan berharap dengan adanya kepastian hukum dan jaminan keamanan, mereka dapat segera kembali bekerja dan menafkahi keluarga dengan tenang. (*)