Elly Wahyuni Tolak Wacana Pemerintah Kenakan Pajak Sembako

Bandarlampung — Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung, Elly Wahyuni Soegiarto tolak wacana pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap barang pokok atau sembako. Alasannya, pungutan PPN bakal mengerek harga sembako.
Dosen Ekonomi Universitas Bandar Lampung (UBL) ini mengatakan saat ini masyarakat tengah menghadapi kesulitan ekonomi pasca diporak-porandakan Covid – 19.
“Masyarakat tidak hanya kalangan bawah saja yang perekonomiannya hancur sejak pandemic covid masuk Indonesia. Perusahaan menengah ke atas pun banyak yang tumbang. Roda perekonomian baru bergerak lamban, daya beli masih lemah, belum pulih begini tapi masyarakat sudah diberi beban pajak. Ibarat, udah jatuh, tertimpa tangga pula, ” Pungkas Elly, Jum’at (11/6).
Menurut Elly, pemerintah seolah memberikan relaksasi perpajakan kepada masyarakat golongan menengah ke atas, salah satunya dengan relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil ditanggung pemerintah.
“Kalau bisa, janganlah rakyat ini terus menerus dipajakin. Banyak yang harus dirumahkan, tidak punya penghasilan tetap lagi. Susah untuk makan sehari – hari. Malah kena pajak sembako. Semestinya pemerintah memberikan bantuan sembako, ” Tegasnya.
Terkait sumber penerimaan negara, Elly mendorong pemerintah untuk kreatif berinovasi mencari sumber objek pajak baru untuk mendorong penerimaan negara. Namun, sumber pajak baru tersebut dipastikan tidak membebani masyarakat.
Dikatakan Elly, tidak dikenai pajak saja, harga sembako tidak stabil dan cenderung mengalami kenaikan dimana kerap mengundang keluh kesah masyarakat.
“Contoh, pedagang akan membeli gula tani dengan memperhitungkan beban PPN yang harus dibayarkan. Ini tentu akan berdampak pada harga jual gula tani ke masyarakat. Seharusnya para petani diberi stimulus karena sudah bersusah payah menyediakan pangan nasional bukan malah dibebani PPN, ” Tutupnya. (*)
