
BANDAR LAMPUNG — Minggu (01/11/2026) — Dalam pelantikan Pengurus DPW Gema Keadilan Provinsi Lampung di Balai Keratun, Pembina sekaligus Ketua DPW PKS Lampung, Ade Utami Ibnu, menyampaikan pesan tegas kepada seluruh pengurus yang baru saja dilantik: jangan menjadi kader yang hanya dekat dengan pimpinan, melainkan jadilah pemuda yang hadir dan menyelesaikan masalah di tengah masyarakat.
“Jangan Jadi Kader Jenggot, Jadilah Seperti Pohon yang Berbuah”
Ade Utami menggunakan perumpamaan yang kuat untuk menyampaikan pesannya. “Jangan jadi kader jenggot — yang baru terlihat saat bercermin. Jadilah seperti pohon yang mengakar ke bawah, tumbuh, berdaun rindang, dan berbuah. Dampak kehadiran kalian harus terlihat dan dirasakan masyarakat,” ujarnya di hadapan para pengurus dan undangan.
Ia menegaskan bahwa kuota 30% pemuda dalam pencalonan legislatif tahun 2029 bukan hadiah bagi siapa yang paling dekat dengan pimpinan, melainkan bagi mereka yang memiliki karya nyata.
“Kalau di desa ada masalah persampahan dan kalian yang menyelesaikannya, kalian yang kami usulkan. Kalau warga terjerat rentenir dan kalian hadir membantu — kalian yang kami panggil. Bukan karena kalian sering ngopi di kantor, tapi karena rakyat merasakan manfaat kehadiran kalian,” tegasnya.
Tiga Pilar Gerakan: Keumatan, Pemberdayaan, Pelayanan
Sementara itu, Ketua DPW Gema Keadilan Lampung yang baru dilantik, Zulhaidir, menetapkan tiga arah utama gerakan ke depan:
– Gerakan Keumatan: membangun karakter dan kapasitas kepemimpinan pemuda
– Gerakan Pemberdayaan: berkolaborasi lintas pihak untuk memberdayakan pemuda di desa maupun kota
– Gerakan Pelayanan: hadir langsung di lapangan, membaca masalah, dan menghadirkan solusi nyata
“Pembangunan Lampung tidak bisa dilakukan sendiri. Lampung Maju terwujud saat kita saling bergandengan tangan, bukan saling meniadakan. Politik kami bukan politik kekuasaan, tapi politik karya, kehadiran kita harus bermanfaat,” ungkap Zulhaidir.
Inklusif dan Terbuka untuk Semua Pemuda
Ketua DPP Gema Keadilan, H. Rahmat Saleh, S.Farm., M.IP., menegaskan bahwa Gema Keadilan berbeda dengan sayap lain. Jika Garuda Keadilan nanti eksklusif untuk kader ideologis, maka Gema Keadilan justru terbuka luas.
“Kami sambut siapa saja dari HMI, PMII, Muhammadiyah, NU, hingga gerakan pemuda lintas latar. Pintu Gema Keadilan terbuka bagi siapa yang punya visi kebangsaan yang sama. Ini bukan partai eksklusif, ini rumah bersama pemuda Lampung,” jelas Rahmat Saleh.
Ia juga mengingatkan pengurus untuk fokus pada tiga isu strategis: pengawalan lingkungan hidup dan SDA, penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu, serta kritik membangun terhadap program pembangunan pemerintah hingga 2029. Selain itu, Gema Keadilan ditantang beradaptasi dengan gerakan berbasis digital agar tetap relevan di era gen Z.
Pengurus DPD di 15 kabupaten/kota dijadwalkan akan rampung dilantik sebelum akhir tahun, siap bergerak menyapa pemuda di 2.655 desa se-Provinsi Lampung. (Red)
