Ketua DPRD Kabupaten Mesuji Hadiri Pasar Murah Di Simpang Pematang

DIARY.CO.ID, Mesuji – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mesuji, Elfianah menghadiri kegiatan pasar murah yang ada di pasar Simpang Pematang, Desa Simpang Pematang, Kecamatan Simpang Pematang.
Kegiatan Ketua DPRD Kabupaten Mesuji tersebut bertujuan untuk memonitoring pasar murah berjalan dengan lancar dan berkomunikasi langsung kepada masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Mesuji, Elfianah mengatakan, kegiatan pasar murah ini adalah untuk menekan harga agar tidak melonjak naik menjelang hari raya Idul Adha.
“Kegiatan ini untuk menekan harga agar tidak melonjak naik menjelang Idul Adha pada 17 Juni 2024 mendatang,” kata Elfianah saat didampingi Kadis Diskoperindag Kabupaten Mesuji, Sunardi, Kamis (13/06/2024).
Menurut Elfianah, masyarakat patut bersyukur karena adanya kegiatan pasar murah yang di gelar Diskoperindag Kabupaten Mesuji.
“Alhamdullilah kita ada pasar murah, ini adalah wujud kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Mesuji kepada masyakarat,” katanya.
Elfianah pun berharap, agar pasar murah sering dilaksanakan untuk menekan harga bahan pokok menjelang hari raya.
“Harapan saya adalah kegiatan ini sering dilakukan, karena sangat membantu masyarakat. Saya dukung program apa saja bersifat positif untuk kepentingan masyarakat banyak,” ungkapnya.
Diketahui, paket pada pasar murah yakni 2 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, tepung 1 kg, dengan harga Rp55.000, Per orang maksimal membeli dua paket.
Sedangkan paket kedua adalah 1 karpet telur seharga Rp50.000, warga membeli per orang maksimal dua karpet.
“Untuk hari ini paket pertama disediakan sebanyak 1.500 paket, sedangkan telur 200 karpet,” kata Elfianah.
Setelah mengunjungi pasar murah, Elfianah juga menyempatkan diri untuk meninjau keadaan Pasar Rakyat Simpang Pematang yang saat ini tidak berpenghuni.
“Saya sangat menyayangkan bangunan ini tidak berpenghuni, Bila masyarakat memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin Kabupaten Mesuji maka pasar rakyat ini harus berfungsi dan difungsikan dan harus diisi pedagang. Hal itu dilakukan untuk menghindari kumuh dan agar tertib, karena di dalam pasar ini dibangun khusus untuk pedagang basah seperti pedagang ikan, sayuran, dan lainnya,” pungkasnya.
Penulis : C_RANGGITA
