
DIARY – Bupati Ela Siti Nuryamah, meninjau langsung calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sekaligus calon lokasi pelabuhan di Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Jumat (10/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan berbagai persyaratan sebelum pembangunan program strategis nasional tersebut dilaksanakan oleh pemerintah pusat.
Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut Kepala Bappeda Kabupaten Lampung Timur Verzanita, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Edy Saputra, Plt Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Dwi Giyarti, Camat Labuhan Maringgai, serta jajaran pemerintah desa setempat.
Dalam keterangannya, Bupati Ela menegaskan bahwa seluruh proses persiapan pembangunan KNMP harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang memanfaatkan lahan milik pemerintah daerah. Semua harus sesuai SOP dan aturan yang berlaku sehingga ketika pembangunan dimulai tidak ada kendala,” ujarnya.
Menurut Ela, keberadaan KNMP akan menjadi peluang besar bagi pengembangan kawasan pesisir Labuhan Maringgai. Lokasinya yang berdekatan dengan Pantai Karang Mas dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan ekonomi sekaligus destinasi wisata.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, lanjutnya, juga telah menyiapkan rencana pembangunan akses jalan baru yang akan menghubungkan kawasan tersebut langsung dengan Jalan Lintas Timur. Akses ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kami bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan Bappeda akan menyusun master plan pembangunan jalan alternatif yang dapat memotong jalur menuju Desa Wisata Muara Gading Mas. Dengan akses yang lebih mudah, wisatawan akan semakin banyak datang dan ekonomi masyarakat akan tumbuh,” jelasnya.
Ela mengungkapkan bahwa lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih telah ditetapkan dan dijadwalkan akan memasuki tahap verifikasi oleh pemerintah pusat pada awal pekan depan.
“Insyaallah hari Senin akan dilakukan proses verifikasi. Setelah itu hasilnya akan disampaikan ke pemerintah pusat karena pembangunan infrastruktur KNMP nantinya dilaksanakan langsung oleh kementerian,” katanya.
Meski pembangunan fisik menjadi kewenangan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah mempersiapkan berbagai kebutuhan pendukung, termasuk kesiapan administrasi daerah agar program ini dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Dalam dialog bersama masyarakat, Bupati Ela juga menerima berbagai masukan terkait kondisi akses menuju kawasan pesisir yang dinilai masih harus memutar cukup jauh. Pemerintah daerah pun telah menyiapkan solusi melalui pembangunan jalan alternatif.
Selain persoalan akses, masyarakat juga menyampaikan harapan agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan “breakwater” atau tanggul pemecah ombak guna melindungi kawasan pesisir dari abrasi. Menanggapi hal tersebut, Ela menjelaskan bahwa usulan pembangunan breakwater telah diajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Proposal pembangunan breakwater untuk kawasan Labuhan Maringgai sudah kami ajukan ke Kementerian PUPR. Mudah-mudahan dapat segera direalisasikan sehingga dapat mendukung keamanan kawasan pesisir dan aktivitas para nelayan,” ungkapnya.
Di akhir kunjungannya, Bupati Ela mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kekompakan dan terus berkolaborasi dalam mendukung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
“Saya berharap masyarakat tetap solid. Pemerintah daerah akan terus hadir dan bekerja bersama masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, Insyaallah pembangunan ini akan membawa kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya di Desa Muara Gading Mas,” tutupnya.
Berita ini disusun dengan gaya yang lebih mengalir, menonjolkan manfaat program bagi masyarakat, serta menempatkan pernyataan Bupati sebagai penguat narasi sehingga lebih menarik untuk dipublikasikan di media maupun kanal resmi pemerintah.